Begini, Cara Bikin Foto “Selfie” Laris Manis di Media Sosial

Selfie alias potret diri, sekarang bisa dibilang sudah jadi bagian gaya hidup banyak orang. Perkembangan teknologi digital, termasuk kamera depan di ponsel dan merebaknya media sosial, jadi faktor penunjang utama.

Dilansir harian Kompas, Selasa (12/1/2016), peneliti Brooke Wendt menemukan 130 juta pengguna Instagram memajang foto atau video dengan tanda pagar (hashtag) pada Juni 2014. Menurut dia, selfie sudah tak bisa dipisahkan pula dari keinginan mengunggah sesuatu ke media sosial.

Lalu, apa yang bisa menarik dari unggahan selfie?

Selfie akan menjadi biasa kalau foto yang dipamerkan hanya terfokus pada potret diri seseorang. Biar tak begitu, keindahan latar bisa jadi hal penting yang tak boleh terlewat saat pengambilan gambar, apalagi untuk dipamerkan di media sosial.

Unggahan foto dengan latar menarik atau tak biasa diyakini berbanding lurus dengan banyaknya komentar dan likes yang didapat. Inilah kenapa banyak orang, termasuk anak muda, berlomba-lomba mencari tempat yang tak biasa sebagai latar.

Saat ini, tak sedikit unggahan selfie di media sosial memajang foto menggunakan latar ekstrem, demi mengundang perhatian. Polah Oleg Sherstyachenko (25), misalnya.
http://www.redbullcontentpool.com
Salah satu selfie ekstrem milik Oleg Sherstyachenko di atap gedung di Moscow, Rusia
Dilansir dailymail.co.uk, Kamis (28/8/2016), nama pemuda asal Rusia ini seketika populer setelah foto selfie yang dia pamerkan lewat akun instagram @olegcricket mendapat lebih dari 10.000 like dan menjadi viral.

Dalam fotonya, Cricket, biasa ia disapa, berpose selfie dari gedung tinggi. Pemandangan luas ke arah dasar gedung menjadi latar. Fotonya menjadi viral karena banyak orang berpendapat aksi itu sangat nekat.

“Saya tidak takut walaupun aksi (selfie) ini sangat menantang adrenalin,” ujar Cricket.

Aksi ekstrem lain dilakukan model wanita asal Moskwa, Angelina Nikolau (23). Nama sang model sempat membuat dunia maya heboh gara-gara foto selfie di gedung tinggi di Hongkong dan China yang dia unggah di media sosial.

http://www.instagram.com/angela_nikolau
Angelina Nikolau saat di gondola disebuah gedung tinggi di Hongkong

Dalam salah satu foto, ia terlihat berpose bersama temannya di atas gondola dengan latar pemandangan luas ke bawah gedung. Di foto lain, ia berpose laiknya fotomodel di catwalk, tapi di puncak gedung tinggi.

“Saya menjadi ketagihan selfie di atap gedung tinggi,” ujar Nikolau seperti dilansir thesun.co.uk, Jumat (19/8/2016).

Nikolau mengaku gedung tinggi merupakan tempat yang tidak biasa dan memiliki tantangan sendiri. Aksinya pun berjawab dengan banjir puluhan ribu like di setiap unggahan foto Nikolau di media sosial.

Teknik unggahan selfie jadi menarik

Ada berbagai cara untuk mendapatkan banyak like dan komentar pada unggahan di media sosial. Cara yang dipakai Cricket dan Nikolau yang mengambil foto di lokasi unik, merupakan salah satunya.

Namun, lokasi unik tak selalu berarti ekstrem seperti pilihan mereka. Ambil saja, misalnya, selfie dengan latar pantai yang jarang dikunjungi orang.

Memacu adrenalin sembari mendapatkan foto selfie berbeda dari biasa, bisa juga dilakukan sembari paragliding atau aktivitas serupa. Pastikan saja, faktor keamanan tetap jadi perhatian utama.

Selain lokasi, selfie yang menarik juga perlu teknik dasar foto agar foto diri yang didapat tak ala kadarnya, termasuk saat berfoto memakai ponsel kamera. Di antara teknik itu adalah soal pencahayaan dan sudut pengambilan gambar.

Lalu, bila fokus foto mencakup latar di belakang Anda, resolusi kamera dan bukaan lensa harus pula dipastikan cukup besar. Dengan resolusi kamera depan 16 MP dan bukaan f/2.0, gambar yang didapat bakal detail.

Penggunaan alat tambahan seperti tongkat narsis (tongsis), bisa membantu kestabilan pengambilan gambar, sehingga hasil selfie tak goyang. Tongsis berguna juga untuk mengambil latar lebih luas.

COSMOPOLITAN.CO.UK
Ilustrasi
Di luar masalah teknis, selfie yang bakal menarik orang menengok di media sosial adalah ketepatan waktu pengambilan gambar. Hal itu berhubungan erat dengan pencahayaan.

Sebagai contoh, rahasia Oleg dan Angelina menghasilkan foto dengan warna tajam adalah potret diri dilakukan pada saat hari cerah.

Setelah urusan foto selesai, unggahan gambar tidak akan menjadi luar biasa tanpa keterangan foto atau caption. Bubuhi kalimat yang sesuai dengan penggambaran foto.

Sematkan juga tanda tagar atau hashtag yang menarik mata, untuk menambah peluang mendapatkan “like” lebih banyak.

Tanda tagar berfungsi menyatukan sebuah tema di media sosial. Dengan begitu, foto Anda bisa lebih mudah ditemukan di internet saat orang melakukan pencarian yang spesifik.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s